Kertas Performance
Forest Art Festival ( Merti Bumi )
7 – 10 Pebruari 2008 ; Pukul :16.00 – 01.00
Ds.Mlowo - Sendang cahyo Kec.Pulo Kulon
Grobogan – Purwodadi
“Kamar Sebelah yang Tumbuh”
Pada tubuh manusia sejak lahir mengalami banyak keanekaragam peristiwa di kehidupannya, baik hubungan tubuh sosial dengan tubuh individu, bahkan sampai terkadang sulit mengingat dan membedakan apa saja yang telah di lakukan oleh tangan, kaki, jari, telinga, pinggang, paha, bahu, lutut dan lainnya, tapi tetap saja bagian-bagian tubuh itu menyimpan ingatan, tumbuh, membuat peristiwanya dan dengan sendirinya mengalami evolusi.
Puisi performance ini, mengajak pribadi mengenali bagian-bagian personal pada tubuhnya. Seperti, ketika jari-jari difungsikan mengiris cabai, menutup jendela, bagian tubuh dirajah tato, tangan mencuci piring/ gelas, kaki menginjak genangan air, menggunakan sepatu roda, pinggang terkena benturan benda keras dan lain sebagainya.
Kamar Sebelah yang Tumbuh
Ada kabar dari sahabat-sahabat. Bahwa cuaca buruk akan segera tiba. Selekasnya saja. Tubuhku sembunyi pada peluru pistol. Untuk sebuah perburuan agung. Tubuh tak berkelamin. Tubuh yang tumbuh. Ada satu sahabatku bertanya,”Kau punya anak, yo? Kujawab, “Ya, satu perempuan.“ Dia bilang “Wah… apakah itu tidak menyeramkan?” Aku tidak tahu. Tubuhku seperti tamasya, mas. Percakapan yang tumbuh. Lalu bulu bulu anjing miliknya rontok,dia masukkan plastik. Kubilang, “Dibuat boneka saja!“ Cerdas! tapi cerdas itu mungkin penyakit, katanya lagi. Aku tidak tahu. Denyut otak. Arus listrik yang tumbuh. Aku menjadi ingat, pada setiap petang kulit tanganku berlapis-lapis. Besi mencangkul matahari. Dibelakang rumah, si empu tanah sudah meninggalkannya. Pohon cabai dan terong punya rumah. Walau setelah itu, layu, mati. Kulit tangan yang tumbuh. Udara malam mulai ramai. Kakinya mengayuh sepeda. Kencang. Menuju pesta kota. Kaki yang tumbuh. Sahabat mengkabarkan. Cuaca buruk telah tiba. Kusebut saja, kamar sebelah yang tumbuh.
2.PUISI PERFORMANCE
“ Boneka salju “
Ada tubuh kecil dibungkus plastik sisa produk industri, dia tumbuh dan besar, belajar berjalan, menari, melompat, mengenakan sepatu, juga bermain pisau. Pisau itu masih segar usai dipakai mengupas kentang dan perempuan itu masih duduk seperti mengupas dan melihatnya dengan senyum, membiarkan bebas dengan kehidupannya.
Boneka Salju
Boneka warna merah jambu. Terbuat dari jerami dan benang wool. Kunamai kamu Salju Selatan, Anakku.
Karena musim sedang mendua dan diluar rumah wajah matahari dan awan berparas ungu.
Lalu siapakah yang kau seru?
Ketika nafas vagina ibumu, Berpisau. Mengupas jahe merah.
Boneka – boneka, boneka salju
Aku masih menyimpan bajumu karena kau bukan kepunyaanku
Bibirku menggantung di hidungmu. Telingaku kau pakai untuk mendengar dan dustaku terbunuh dikelopak matamu.
Aku sedang tidak memahat ketakutan di tubuhmu, salju selatan.
Lalu siapakah yang kau seru ? Yang berasal dari sumur kepalaku
Boneka salju
Kuserukan pada dunia
Aku masih menyimpan bajumu karena kau bukan
Snow Puppet
Pink puppet.
Made of wool and straw.
I named you Salju Selatan, My daughter.
Outside from the houses, the season had two sides, the sun and the clouds looked purple
Whom did you call ?
When your mother’s vagina was breathing and got peeled like a knife from the red ginger
Puppet puppet, snow puppet
I still keep your clothes because you aren’t mine
You have my lips, my nose, my ears.So you can listen when I lie and it gets killed on your eyelid.I’m not carving fear on your body, Salju Selatan
Who are you ? coming from my thoughts
Snow puppet
I shout at the world
I still keep your clothes because you aren’t mine
Puisi Performance Creamuspoet Text Yoyojewe Text Reader Satya Roosens, Jessica Anne Mcgowan dan Pierluigi Di Silvestro Performer Yoyojewe dan Inna Hudaya- kolaborator :Annie Sloman, uki, Titi Permata, Jessica Anne Music Camelly dan SS Music Editing Tonny Maryana dan Inna Hudaya Road Manager Inna Hudaya PhoneEmail creamuspoems@gmail.com – www.creamuspoems.blogspot.com 081802650947
Tidak ada komentar:
Posting Komentar