Kertas Performance
MINGGU, 23 DESEMBER 2007, PUKUL: 19.30 WIB
CLOSING CEREMONY DASAWARSA BEBER SENI
TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA (AULA CONCER HALL)
JL. SRIWEDARI NO. 1 YOGYAKARTA
1.
PUISI PERFORMANCE
“Kamar Sebelah yang Tumbuh”
Oleh : Creamuspoet
Pada tubuh manusia sejak lahir mengalami banyak keanekaragam peristiwa di kehidupannya, baik hubungan tubuh sosial dengan tubuh individu, bahkan sampai terkadang sulit mengingat dan membedakan apa saja yang telah di lakukan oleh tangan, kaki, jari, telinga, pinggang, paha, bahu, lutut dan lainnya, tapi tetap saja bagian-bagian tubuh itu menyimpan ingatan, tumbuh, membuat peristiwanya dan dengan sendirinya mengalami evolusi.
Dance performance ini, mengajak pribadi mengenali bagian-bagian personal pada tubuhnya. Seperti, ketika jari-jari difungsikan mengiris cabai, menutup jendela, bagian tubuh dirajah tato, tangan mencuci piring/ gelas, kaki menginjak genangan air, menggunakan sepatu roda, pinggang terkena benturan benda keras dan lain sebagainya.
Puisi Performance Creamuspoet Text Yoyojewe Text Reader Satya Roosens Performer Bagus Dwi Danto dan Yoyojewe Music Camelly dan SS Music Editing Tonny Maryana Managerial Diah Enggar >> Phone 081804242552 Email creamuspoet@yahoo.com
Kamar Sebelah yang Tumbuh
Ada kabar dari sahabat-sahabat. Bahwa cuaca buruk akan segera tiba. Selekasnya saja. Tubuhku sembunyi pada peluru pistol. Untuk sebuah perburuan agung. Tubuh tak berkelamin. Tubuh yang tumbuh. Ada satu sahabatku bertanya,”Kau punya anak, yo? Kujawab, “Ya, satu perempuan.“ Dia bilang “Wah… apakah itu tidak menyeramkan?” Aku tidak tahu. Tubuhku seperti tamasya, mas. Percakapan yang tumbuh. Lalu bulu bulu anjing miliknya rontok,dia masukkan plastik. Kubilang, “Dibuat boneka saja!“ Cerdas! tapi cerdas itu mungkin penyakit, katanya lagi. Aku tidak tahu. Denyut otak. Arus listrik yang tumbuh. Aku menjadi ingat, pada setiap petang kulit tanganku berlapis-lapis. Besi mencangkul matahari. Dibelakang rumah, si empu tanah sudah meninggalkannya. Pohon cabai dan terong punya rumah. Walau setelah itu, layu, mati. Kulit tangan yang tumbuh. Udara malam mulai ramai. Kakinya mengayuh sepeda. Kencang. Menuju pesta kota. Kaki yang tumbuh. Sahabat mengkabarkan. Cuaca buruk telah tiba. Kusebut saja, kamar sebelah yang tumbuh.
2.
DANCE PERFORMANCE
“Sama-Sama Terkait”
Karya kolaborasi : Satya Roosens (Belgia) & Novita Lau (Timor)
Dalam sebuah pementasan, dua individu yang berasal dari kultur dan latar belakang yang berbeda bertemu dalam suatu kesempatan. Pada dasarnya, mereka saling memiliki kesamaan yang saling berhubungan dan saling berbagi pengalaman untuk kebaikan mereka berdua. Akan tetapi, setelah itu mereka harus berpisah karena alasan dari tuntutan kebutuhannya masing-masing. Oleh karena itu, mereka harus mencoba untuk berdiri sendiri, walaupun mereka sekarang berada di tempat dan situasi yang berbeda.
Setelah mereka kembali ke kehidupannya masing-masing di tempat yang berbeda, banyak masukan yang didapat dari orang-orang atau lingkungan di sekitar mereka yang membuat mereka lebih matang dalam bidang disiplin ilmunya. Timbullah ide-ide untuk mengangkat cita-cita awal mereka yaitu, saling berbagi pengalaman, ilmu dan yang terpenting adalah menumbuhkan rasa untuk membangkitkan semangat membangun kreativitas seni pertunjukan pada masyarakat awam.
Dengan diadakannya pementasan ini, kami mencoba untuk menyatukan rasa, yaitu dengan saling berbagi, saling mengisi dan saling mengingatkan di antara kita semua. Sebaliknya kami mengharapkan agar bisa berbagi pengalaman kepada publik untuk bisa menjadi bahan perenungan demi perkembangan kita bersama.
3.
PUISI PERFORMANCE
“Ruang Rasa-Rasa Ruang-Ruang & Rasa”
Karya: Danny Stamp Ardhiyanto
Manusia tidak bisa hidup dalam satu ruang, karena manusia tumbuh oleh ruang-ruang lainnya. Sebuah ruang menandakan eksistensi akan keberadaannya. Ruang publik yang kian terbuka menjadi jendela dunia. Perputaran roda kehidupan yang semakin cepat membuat dinamika ruang ini pun menjadi sesak oleh keangkuhan manusia yang merusak ruang hidup alam dan lingkungan sekitarnya.
Gejala ruang dan rasa dari segi keamanan pun bisa kita dengar dari media elektronik dan media masa. Kasus pembunuhan, perampokan, perkosaan dan sebagainya hampir setiap hari memenuhi headline seluruh surat kabar. Di ruang mana lagi tempat kita berpijak, berbagi dan berkumpul untuk saling menolong jika setiap sudut yang kita rasakan adalah jerit, tangis dan air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar