Kertas Performance
Masyarakat bergambar
16 Januari 2008 ; Pukul :21.30 – till drop
Bunker Cafe
Jl. Magelang Yogyakarta
PUISI PERFORMANCE
“ Bandar daun Kering “
Puisi performance ini menggunakan material bibit tanaman, air, kantung plastik, kertas tanda tangan dan pena, drum/pot besar.
Teks puisi : Bandar Daun Kering
Pohon jati, disebarkan pagi petang. Daun runcing, ditumbuhkan satu acungan senapan. Panen tiba, kerumunan berbekal kain kafan.
Yeah…
Satu hembusan, tangan berlumur kecemasan. Dua tarikan waktu, suara bising mengharu biru.
Kemana batas yang popular itu?
Akar ganja dililit pertikaian, perang saudara sia sia. Manusia tanpa daun, manusia tancapkan papan silang.
Mengapa telanjang bulat di kaki Bandar picisan?
Merataplah kebandar bumi, segaris penjuru mata angin, dalam kesunyian asap sembunyi, sebatu gunung anakan. Berpetualanglah dikancah pertarungan.
Dry Leaves Dealer
The tree of heart
Spreading by the days to come, until night is coming
The leaves are sharp, growth with shadow of guns
So it’s the harvest time, groups with shroud in their heads
Yeah…
Hands to work, but still covered by its overanxious
Over joy yet come to this neighborhood
Where is the popular boundary, is black, or is it white? But, not grey!
The root of marijuana is twisted by clash of titans, the vendetta is wasted
Men without leaves, dying
Men stake in the forbidden sign
Why bare naked and beg on the guardians of global hollow?
Just lament to mother earth, the shit grows in every corner
In the silent hide the smoke
There’s always a way, the freedom is in your heart
Feel it, the battle is waiting
Puisi Performance Creamuspoet Text Yoyojewe dan Bagus Dwi Danto Text Reader Inna Hudaya, Gernandi, Yoyojewe Performer Bagus Dwi Danto dan Yoyojewe Music Carly Roosens dan SS Music Editing Gernandi Managerial Diah Enggar >> Phone 081804242552 Road Manager Inna Hudaya>>0817271240 Email creamuspoet@yahoo.com
PUISI PERFORMANCE
“Kamar Sebelah yang Tumbuh”
Pada tubuh manusia sejak lahir mengalami banyak keanekaragam peristiwa di kehidupannya, baik hubungan tubuh sosial dengan tubuh individu, bahkan sampai terkadang sulit mengingat dan membedakan apa saja yang telah di lakukan oleh tangan, kaki, jari, telinga, pinggang, paha, bahu, lutut dan lainnya, tapi tetap saja bagian-bagian tubuh itu menyimpan ingatan, tumbuh, membuat peristiwanya dan dengan sendirinya mengalami evolusi.
Dance performance ini, mengajak pribadi mengenali bagian-bagian personal pada tubuhnya. Seperti, ketika jari-jari difungsikan mengiris cabai, menutup jendela, bagian tubuh dirajah tato, tangan mencuci piring/ gelas, kaki menginjak genangan air, menggunakan sepatu roda, pinggang terkena benturan benda keras dan lain sebagainya.
Kamar Sebelah yang Tumbuh
Puisi Performance Creamuspoet Text Yoyojewe Text Reader Satya Roosens Performer Bagus Dwi Danto dan Yoyojewe MusicCamelly dan SS Music Editing Tonny Maryana Managerial Diah Enggar >> Phone 081804242552 Email creamuspoet@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar